Langsung ke konten utama

Taxidermy seni pengawetan hewan yang Populer

Edotensei (Taxidermy)hewan yang sudah mati

 Jika ada pertanyaan muncul dibenak anda,Apa kegiatan anda pada masa ini yang paling digemari? Seringkali jawaban yang muncul tentu saja tidak jauh dari `koleksi buku`, ‘menonton film, `jalan-jalan`,bersepeda,shopping dan lain lain. 

Namun, ada hobi yang terbilang "nyeleneh(red)" yang kembali kini sedang populer, yaitu taxidermy.
 
Lantas,apa yang dimaksud dengan taxidermy  
Taxidermy dalah tehnik menyumpal Atau proses Penyamakan Tubuh hewan yang sudah mati agar terlihat hidup kembali,
Sedikit menyeramkan tapi inilah Seni.

 Seni ini memang dahulu nya sudah ada sejak zaman Mesir kuno (LIHAT DISINI), dahulu dilakukan untuk keperluan membuat beberapa figur,koleksi hewan di sebuah pameran atau keperluan lain semisal monumen/museum.

Tahukah anda?

Saat ini kebanyakan taxidermist, atau pelaku Seni ini, sebagian dari mereka adalah wanita. 

Selain sisi seni,Mereka Cenderung lebih piawai meramu dan mempercantik pernik hasil taxidermy berdasarkan fantasy atau  mungkin saja berupa hewan-hewan yang Bernilai Eksotis misalnya saja tikus bersayap,monyet menggendong Tikus,atau monyet yang sedang murung.

Dilansir dari sebuah media,

Divya Anatharaman pernah menyebut seni ini sebagai “ruang transisi penggabungan antara kehidupan, kematian, dan ilmu pengetahuan”.

Seni ini tentu saja pernah mendapat beberapa pertentang dari para pencinta hewan,

Hannah L dari People for Ethical Treatment of Animals, “Kami menyarankan orang-orang yang tertarik mengambil kursus taxidermy untuk memilih hobi yang lainnya yang tidak menyakiti atau (dianggap) mengeksploitasi hewan.”

Namun, para taxidermist memerikan Alibi dan pembelaan dan berkata bahwa "Karya ini lahir dari rasa cinta dan menghargai semua makhluk"

“Kebanyakan hewan yang kami awetkan(penyamakan) adalah hewan yang mati karena tertabrak mobil atau mati dengan sendirinya,” ungkap Amanda Sutton,seorang taxidermist dari Inggris.

Pada era Tahun Saat ini, mempelajari art of taxidermy menjadi lebih mudah berkat tutorial di YouTube dan forum online yang mudah ditemui.

Para peminatnya pun terdiri dari kolektor,pecinta burung, dokter hewan, akuntan, dan beberapa kalangan komunitas tertentu.

Saat ini Kelas-kelas kursus taxidermy juga sudah dibuka di berbagai kota, antara lain London, Berlin, New York, dan Sidney.

Seorang taxidermist Margot Magpie, guru taxidermy yang kelasnya selalu penuh peminat, mengatakan bahwa dari kebanyakan nyali muridnya memang dipertanyakan saat harus `memproses` hewan mati menjadi hewan awetan, tapi bagi mereka kini itu tidak terlalu jadi masalah.

"Chantal Younis, taxidermist pemula lainnya, bahkan mengatakan, "ternyata ini sangat mungkin untuk dikerjakan,bahkan lebih mudah daripada membuatkan tas untuk Ibu saat Natal."

Selain itu, untuk memudahkan orang-orang belajar, Margot telah membuat alat dan perlengkapan taxidermy sendiri seharga US$ 50 atau setara dengan Rp.550.000 (untuk hewan seukuran tikus). Ia bahkan telah menyiapkan perlengkapan untuk hewan yang lebih berukuran lebih besar,semisal Buaya,Kura kura,monyet, dan lain lain.


©Taxidermy dari Jogjakarta Taxidermy Art.




Jogjakarta Taxidermy Art

Komentar

Posting Komentar

Tulis komentar anda

Postingan populer dari blog ini

Taxidermy Kucing

Pada kesempatan kali ini kami akan mengerjakan proses taxidermy kucing, Order berikut berasal dari magelang. Kami telah membuat video tentang proses dari awal pengerjaaannya. Perlu diketahui Kucing tersebut mati pada umur 4 bulan,pada video diketahui bahwa kucing tersebut memiliki tumor . Tahapan tahapan yang diambil mulai dari pembedahan,dikuliti,dibersihkan. Bukan sampai disitu saja,proses pembersihan,perendaman berikut durasi dan pengisian kapas telah kami rangkum pada video dibawah. Video ini adalah pembelajaran dari seni taxidermy dan tidak ada unsur penyiksaan pada hewan hidup manapun. Hewan yang dikerjakan adalah hewan mati dan telah mendapatkan persetujuan dari pemiliknya untuk di buat seni taxidermy. Demikian video lengkap proses taxidermy kucing order dari magelang. Semoga menjadi pembelajaran dan menambah pengatahuan anda tentang taxidermy, Bahwa seni taxidermy bukan hanya membedah dan mengawetkan. Terimakasih  Like ,dan comment,halaman kami ,kritik dan saran membangun k...

METODE TAXIDERMY

Mungkin istilah Taxidermy  adalah satu istilah yang mungkin asing bagi kita semua. Taxidermy adalah suatu istilah yang menunjukan pada metode mengawetkan segala jenis hewan. Disini saya akan menerangkan suatu proses pengawetan hewan dengan metode Taxidermy menggunakan Formalin.  Adapun prosesnya mengikuti beberapa tahapan: Pertama-tama bagian tubuh hewan akan kita bedah dan di kuliti,dibuang dengan hanya menyisakan kulit luar (bulu, cangkang),tengkorak kepala,beserta ekornya. Proses ini sangat sulit mengingat kita harus memisahkan kulit yang tipis dari daging nya, butuh ketelitian dan kehati-hatian dalam mengerjakan nya, sebab kulit yang robek dalam proses ini akan menjadi PR tambahan di proses selanjutnya. Setelah skinning proses selesai, lanjut kita disinfektan dulu,bisa dengan sabun untuk menghilangkan minyak/lemak yang menempel juga darah yang mungkin mengering,lalu baru kita rendam dalam larutan kimia,disini saya menggunakan Formalin sebagai bahan utamanya. Kadarnya dise...

Pengawetan Ayam petarung "GATUSSO" Dari Lintang Sejagad farm, Wonosari Gunung kidul

 Selamat siang dimanapun anda berada.  Pada kesempatan kali ini kami akan melakukan proses taxidermy jenis ayam petarung(GATTUSO). ayam jenis ini umum ditemukan diindonesia akan tetapi memiliki nilai lebih karena jenis ini merupakan ayam petarung yang memiliki klasifikasi badan tegap dan tubuh yang lumayan besar. Untuk beberapa proses yang kita ambil,bisa disimak baik baik pada video dibawah. Namun ada baiknya jika terlebih dahulu mensubscribe halaman Youtube kami. Agar kami terus bersemangat membuat konten yang bersifat edukasi yang mungkin jarang anda temukan pada blog manapun. Baik,untuk tahap pertama kita akan melakukan   Pembedahan Membuka seluruh bagian badan. Memisahkan seluruh bagian dalam.meliputi daging dan hampir seluruh bagian dalam. Kami mengambil kepala,kulit sayap dan kaki.lakukan secara perlahan hingga semua bagian terpisah. Kemudian setelah semua selesai,tahap berikutnya adalah  mencuci hewan awetan dengan cairan Disinfektan. Ini bertujuan agar semua...