Mungkin istilah Taxidermy adalah satu istilah yang mungkin asing bagi kita semua.
Taxidermy adalah suatu istilah yang menunjukan pada metode mengawetkan segala jenis hewan. Disini saya akan menerangkan suatu proses pengawetan hewan dengan metode Taxidermy menggunakan Formalin.
Adapun prosesnya mengikuti beberapa tahapan:
Pertama-tama bagian tubuh hewan akan kita bedah dan di kuliti,dibuang dengan hanya menyisakan kulit luar (bulu, cangkang),tengkorak kepala,beserta ekornya.
Proses ini sangat sulit mengingat kita harus memisahkan kulit yang tipis dari daging nya, butuh ketelitian dan kehati-hatian dalam mengerjakan nya, sebab kulit yang robek dalam proses ini akan menjadi PR tambahan di proses selanjutnya.
Setelah skinning proses selesai, lanjut kita disinfektan dulu,bisa dengan sabun untuk menghilangkan minyak/lemak yang menempel juga darah yang mungkin mengering,lalu baru kita rendam dalam larutan kimia,disini saya menggunakan Formalin sebagai bahan utamanya.
Kadarnya disesuaikan dengan jenis hewan nya,karena tiap hewan berbeda tingkat ketebalan dan elastisitas kulit nya.
Dan lama proses perendaman (penyamakan) berbeda pula tiap hewan, rata-rata 1×24jam.
Setelah selesai masa perendaman kita lanjut ke step proses selanjutnya yaitu pengisian dan pembentukan. Disini ada hewan yang harus dirangka kawat dulu untuk penguat struktur hewan, di isi dengan serbuk gergaji atau kapas (tergantung jenis hewan nya) lalu kita jahit bekas robekan tempat mengeluarkan daging hewan,dan di bentuk sesuai request pelanggan.
setelah sesuai bentuk nya baru kita jemur, ada hewan yang bisa dijemur dibawah terik matahari , adapula yang dijemur hanya diangin-anginkan saja. Dan sebelum mengering total bisa dipasang kan mata dulu, disini kadang saya menggunakan kertas hologram dilapis resin.
Untuk hewan berkaki 4 kita kawat dengan dari kepala sampai ekor, dan melingkar ditembuskan di bagian dalam kaki kiri ke kanan dengan maksud memudahkan proses pembentukan.
Setelah bentuk sesuai dan proporsional, bisa di jemur dikeringkan, untuk bagian telapak kaki hewan yang tebal bisa kita suntikan cairan formalin, supaya maksimal dan mengurangi resiko pembusukan.
Proses pengeringan selesai, lanjut step proses selanjutnya yaitu pewarnaan untuk ikan,atau menata bulu perhelai untuk unggas dengan dibantu hairdryer.
terakhir Finishing proses, bisa di semprot clear, vernish.
Disini saya menggunakan lapis resin/plastik cair. DONE !!!
Dan karya seni ini selesai.
Semoga ulasan ini bisa bermanfaat untuk yang ingin mengawetkan hewan kesayangan nya "Tego Patine, Ra Tego Kelangan Ragane"
Salam Santun
Lady taxidemist
Kartika, Jogjakarta Taxidermy Art
Sangat bermanfaat.
BalasHapusSemoga sukses selalu kak..
Mantap
BalasHapus