Pengawetan kulit hewan telah dilakukan sejak lama. Metode Pengawetan hewan hadir dan telah ditemukan dan berilham dari pengawetan mumi yang ada di Mesir.
Pada Abad Pertengahan , contoh dan ide Taksidermi diperlihatkan oleh para astrolog dan apoteker .
Metode pengawetan pada jasad burung paling awal dicanangkan pada tahun 1748 oleh Reaumur di Prancis. Lantas Teknik pemrosesan diungkapkan pada tahun 1752 oleh MB Stollas.
Ada beberapa pelopor taksidermi di Perancis, Jerman, Denmark dan Inggris pada abad ini. Pada awalnya media pengawetan menggunakan tanah liat untuk membentuk beberapa bagian yang lunak, tetapi metode ini terhitung gagal karena selain tidak efektif, metode ini membuat benda uji menjadi lebih berat.
Pada abad ke-19, hampir setiap kota memiliki bisnis taxydemy , para peminat pengawetan membawa hewan peliharaannya yang sudah mati ke taxydermist, kemudian taxydermist akan membersihkan,merapihkan lantas menjahit kulit binatang dan mengisinya dengan kain dan kapas dan diberi bahan pengawet,
Istilah "isian" atau "boneka binatang" berevolusi dari bentuk kasar taksidermi ini. Ahli taksidermi profesional lebih menyukai istilah "mounting" daripada "stuffing".
Di Prancis, Louis Dufresne , ahli taksidermis di Muséum national d'Histoire naturelle dari tahun 1793, mempopulerkan sabun arsenik dalam sebuah artikel diNouveau dictionnaire d'histoire naturelle (1803–1804). Setelah ide ini tercapai kemudian ia membuat museum koleksi burung terbesar di dunia.
Akhirnya Metode Dufresne ini menyebar ke Inggris pada awal abad ke-19, di mana metode pengawetan yang baru ini relatif aman dan tidak beracun setelah dikembangkan oleh beberapa naturalis terkemuka saat itu, termasuk Rowland Ward dan Montague Brown. Ward mendirikan salah satu perusahaan taksidermi paling awal, Rowland Ward Ltd. dari Piccadilly
Kemudian berkembang searah zaman hingga sekarang.
Kemudian berkembang searah zaman hingga sekarang.
Demikian sedikit kisah awal metode taxidermy.
Salam santun
Lady taxidermist
Komentar
Posting Komentar
Tulis komentar anda